Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim terus memperkuat pembentukan karakter siswa melalui budaya positif di lingkungan sekolah. Salah satu tradisi yang konsisten dijalankan adalah kewajiban berdoa bersama sebelum memulai aktivitas belajar mengajar di kelas, Jumat (29/5).
Pembiasaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian integral dari upaya madrasah dalam menciptakan ekosistem belajar yang religius dan kondusif.
Kepala MIN 2 Muara Enim, Aidawati, menegaskan bahwa tradisi ini merupakan fondasi utama bagi siswa sebelum menyerap ilmu pengetahuan. “Berdoa adalah bentuk rasa syukur sekaligus permohonan kita kepada Allah SWT agar proses pemindahan ilmu antara guru dan siswa berjalan lancar serta membawa berkah bagi masa depan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dengan memulai hari dengan spiritualitas, diharapkan siswa memiliki kesiapan mental dan ketenangan batin yang lebih baik.
Sebagai garda terdepan dalam pendampingan siswa di kelas, salah satu Wali Kelas di MIN 2 Muara Enim menyatakan bahwa perubahan positif sangat terasa pada perilaku siswa setelah rutin menjalankan pembiasaan ini.
“Kami melihat anak-anak menjadi lebih tenang dan siap menerima materi pelajaran. Suasana kelas terasa lebih khusyuk dan tertib. Melalui doa ini, kami juga menyelipkan nilai-nilai akhlak agar mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi penuh dari orang tua siswa yang menilai bahwa MIN 2 Muara Enim sangat memperhatikan keseimbangan antara prestasi akademik dan penanaman nilai-nilai religius. Budaya ini diharapkan terus terjaga demi mencetak generasi yang cerdas dan berakhlakul karimah. (yn)
