Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Siswa MIN 2 Muara Enim menunjukkan kreativitas sekaligus kepedulian lingkungan dengan mengolah limbah kertas bekas menjadi kerajinan kipas anyaman bernilai guna, Kamis (15/10/2026). Kegiatan pembelajaran prakarya ini dirancang secara substantif untuk mengasah keterampilan motorik halus, ketelitian, serta menanamkan nilai-nilai ekoteologi dan budaya pemanfaatan ulang (reuse) sejak dini.
Dalam proses pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) tersebut, para siswa diajarkan teknik pemilahan kertas bekas, pemotongan presisi, hingga penyusunan pola anyaman hingga menjadi kipas yang kokoh dan fungsional.
Wali Kelas MIN 2 Muara Enim, Nurmawarah, S.Pd., menyampaikan bahwa fokus utama pembelajaran ini tidak sekadar menghasilkan produk fisik, melainkan membangun kesadaran lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan serta kemampuan berpikir kreatif siswa.
“Melalui pemanfaatan kertas bekas ini, kami ingin menanamkan prinsip ekoteologi sejak dini kepada siswa. Mereka belajar secara langsung bahwa menjaga lingkungan dan tidak berbuat mubazir merupakan bagian dari ajaran keagamaan. Selain itu, proses menganyam ini secara substantif mengasah koordinasi motorik, kesabaran, serta melatih ketelitian anak dalam memecahkan masalah saat menyusun pola,” ujar Nurmawarah.
Ia menjelaskan, penggunaan bahan daur ulang kertas menjadi media efektif untuk mengenalkan konsep kepedulian terhadap lingkungan (khalifah fil ‘ardh) secara praktis dan menyenangkan di lingkungan madrasah.
Dampak dari kegiatan ini langsung dirasakan di dalam kelas. Selain meningkatkan ketajaman konsentrasi dan fokus siswa selama proses pembuatan, hasil produk kipas anyaman kertas bekas tersebut langsung dimanfaatkan siswa untuk kebutuhan harian di kelas serta dipajang di sudut galeri karya madrasah sebagai bentuk apresiasi atas proses belajar mandiri. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis dampak (outcome-based learning), MIN 2 Muara Enim terus berkomitmen menghadirkan program edukasi intrakurikuler yang tak hanya mengasah aspek akademis, tetapi juga membina karakter mandiri, kreatif, dan peduli lingkungan pada diri peserta didik. (Humas MIN 2 Muara Enim)
