Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim terus memperkokoh fondasi moral, akhlak, dan keberanian peserta didik melalui pembiasaan keagamaan yang terstruktur. Kebijakan ini diwujudkan lewat kegiatan baca Yasin bersama seluruh guru, staf, dan siswa pada pukul 07.00 WIB, yang dilanjutkan dengan penampilan Muhadaroh oleh siswa di halaman madrasah, Jumat (23/10/2026).
Program rutin pekanan ini ditempatkan di awal jam persekolahan sebagai bentuk pengondisian mental dan spiritual siswa sebelum memulai proses belajar mengajar. Tidak hanya melantunkan ayat suci Al-Qur’an, pembiasaan ini terbukti berdampak langsung pada peningkatan kedisiplinan, pembentukan adab, serta melatih keterampilan public speaking peserta didik sejak usia dini.
Pada pelaksanaan pekan ini, giliran siswa Kelas 2A yang dipercaya mengelola seluruh rangkaian Muhadaroh. Tanpa canggung, para siswa tingkat dasar tersebut tampil memimpin jalannya kegiatan di hadapan ratusan rekan sebaya dan dewan guru.
Rangkaian acara dikemas secara bervariasi dan khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah, pembacaan surat-surat pendek, ceramah singkat, hingga menyanyikan lagu shalawat. Pembuktian kemampuan bahasa dan seni Islami juga ditunjukkan melalui penyampaian Kata-Kata Mutiara dalam dua bahasa (Arab dan Indonesia), seni Tarian Melayu Pucuk Pisang, serta Tarian Islami Bocah Ngapa Ya, sebelum ditutup dengan doa bersama.
Kepala MIN 2 Muara Enim, Aidawati, menegaskan bahwa kombinasi pembiasaan Yasinan dan Muhadaroh merupakan strategi edukatif untuk menanamkan nilai-nilai religius sekaligus mengasah kepercayaan diri siswa.
“Pembiasaan Yasinan dan Muhadaroh ini bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan instrumen penting untuk membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dan menata adab anak-anak kita. Ketika anak-anak Kelas 2A mampu memimpin acara, membawakan ceramah, hingga menyampaikan ungkapan dua bahasa dengan percaya diri, di situlah dampak nyata dari proses pendidikan karakter yang kita tanamkan di MIN 2 Muara Enim,” tegas Aidawati.
Pelaksanaan kegiatan yang berjalan khidmat ini juga mempererat hubungan emosional antara pendidik dan peserta didik. Kebersamaan seluruh dewan guru yang mendampingi dan menyimak penampilan siswa menjadi teladan nyata (uswah hasanah) dalam membangun iklim belajar yang religius, kondusif, dan berkarakter.
(Humas MIN 2 Muara Enim)
