MIN2MENIM.SCH.ID Berita Padukan Teori dan Praktik, MIN 2 Muara Enim Hadirkan Pembelajaran Pancaindra Interaktif

Padukan Teori dan Praktik, MIN 2 Muara Enim Hadirkan Pembelajaran Pancaindra Interaktif

Muara Enim (Kemenag Sumsel) —

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim terus berinovasi dalam menghadirkan metode pembelajaran yang adaptif dan menyenangkan. Suasana penuh antusiasme terlihat di ruang kelas 3B saat para siswa mengikuti mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dengan tema “Keajaiban Tubuhku” melalui praktik eksplorasi pancaindra, Jumat (21/8/2026).

Melalui konsep belajar sambil bermain, para siswa diajak memahami fungsi tubuh secara langsung. Dalam kegiatan tersebut, siswa menguji ketangkasan indra pengecap (lidah) dengan mengecap berbagai variasi rasa seperti manis, asam, pahit, dan asin menggunakan media gula, jeruk nipis, kopi, serta garam.

Selain itu, ketajaman indra peraba (kulit) diuji melalui permainan mystery box, sementara indra penciuman (hidung) dilatih menebak aroma benda rahasia berbasis media bahan alami seperti minyak kayu putih, jahe, kunyit, dan minyak wangi. Stimulasi untuk indra pendengaran serta penglihatan juga dihadirkan secara terpadu guna melengkapi pengalaman belajar anak.

Wali Kelas 3B MIN 2 Muara Enim, Yeni Intan Sari, mengungkapkan bahwa pendekatan kontekstual ini terbukti efektif membuat materi pelajaran lebih membekas dalam ingatan siswa dibandingkan sekadar menghafal teori.

“Anak-anak sangat antusias mengeksplorasi fungsi pancaindra melalui praktik sederhana ini. Belajar jadi lebih seru dan bermakna ketika teori dipadukan langsung dengan praktik. Dengan pengalaman belajar yang nyata, siswa tidak hanya lebih mudah memahami fungsi setiap pancaindra, tetapi juga terlatih rasa ingin tahu, keberanian, dan semangat belajarnya,” ujar Yeni Intan Sari.

Sementara itu, Kepala MIN 2 Muara Enim, Aidawati, menyambut positif inovasi pembelajaran aktif yang konsisten diterapkan oleh para tenaga pendidik di lingkungan madrasah.

“Kami sangat mendukung kreativitas guru dalam merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang dialami langsung oleh anak-anak. Melalui aktivitas seperti ini, fungsi tubuh jadi semakin nempel di ingatan karena dialami langsung, bukan sekadar menghafal teori,” tegas Aidawati.

Melalui kegiatan pembelajaran IPAS yang inovatif dan edukatif ini, MIN 2 Muara Enim berkomitmen untuk terus menciptakan iklim belajar yang kondusif demi mencetak generasi peserta didik yang aktif, bernalar kritis, dan berprestasi. (Humas MIN 2 Muara Enim)

6 Likes

Author: admin23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *