Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Suasana pagi di halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim tampak berbeda dan penuh kekhusyukan. Sebelum bel tanda Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berbunyi, ratusan peserta didik secara rutin berjejer rapi menyusun saf untuk melaksanakan Salat Dhuha berjamaah, Selasa (20/10/2026).
Bagi MIN 2 Muara Enim, pembiasaan Salat Dhuha di halaman madrasah bukan sekadar pengisi waktu atau seremoni harian. Lebih dari itu, program ini difungsikan sebagai kawah candradimuka untuk membentuk karakter dan kualitas spiritual peserta didik sejak dini.
Saat dikonfirmasi Tim Humas, Koordinator Keagamaan MIN 2 Muara Enim, Syech Danil Hadi, menegaskan bahwa pembiasaan yang dijalankan secara konsisten ini bertujuan agar peserta didik terbiasa beribadah dan merasakan manfaat spiritual serta keberkahan dalam proses menuntut ilmu.
“Program ini bertujuan untuk membiasakan peserta didik dalam melaksanakan Salat Dhuha secara rutin dan konsisten, sehingga mereka dapat merasakan manfaat spiritual dan keberkahan dari ibadah tersebut,” ujarnya.
Lebih jauh, Syech Danil menjelaskan bahwa nilai utama pembentukan karakter disiplin dalam Salat Dhuha terletak pada ketepatan waktu dan keteraturannya.
“Waktu pelaksanaannya yang terprogram dan terjadwal inilah yang memupuk karakter disiplin peserta didik. Ketika mereka terbiasa mengikuti pembiasaan Salat Dhuha sesuai jadwal yang telah ditentukan, kedisiplinan itu akan tumbuh secara alami,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pembiasaan ini dirancang agar ibadah tidak lagi dianggap sebagai beban atau aturan yang memaksa, melainkan menjadi kebutuhan dan tradisi positif yang melekat hingga mereka dewasa kelak.
“Pembiasaan Salat Dhuha dilakukan agar peserta didik terbiasa melakukanya, hingga menjadi tradisi yang sulit untuk ditinggalkan dalam hidupnya. Dengan begitu, peserta didik memiliki karakter disiplin yang lahir dari kebiasaan baik di madrasah,” lanjutnya.
Melalui komitmen penanaman nilai keagamaan yang terstruktur ini, MIN 2 Muara Enim berharap lahir generasi muda yang tidak hanya taat beribadah, tetapi juga memiliki kedisiplinan tinggi—baik disiplin terhadap waktu, aturan madrasah, maupun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. (Humas MIN 2 Muara Enim)
