Muara Enim, Kemenag Sumsel
Penguatan kualitas keagamaan dan pembentukan karakter Qurani peserta didik membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan. Semangat sinergi ini kembali terlihat manakala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Muara Enim menerima infaq berupa 30 eksemplar Juz Amma dari Notaris-PPAT Kabupaten Muara Enim, Dessi Puspa Asni, Jumat 30 Oktober 2026.
Bantuan literasi keagamaan tersebut diserahkan secara langsung dan diterima oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Keagamaan, Syeh Danil Hadi, dengan didampingi Pembina Tahfidz Susilawati serta guru pendamping Hawati di ruang guru MIN 2 Muara Enim.
Langkah filantropi ini mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap ekosistem pendidikan di MIN 2 Muara Enim. Bagi madrasah, pengadaan fasilitas pendukung hafalan Al-Qur’an bukan sekadar pemenuhan kebutuhan inventaris belajar, melainkan fondasi utama dalam membangun generasi muda yang berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki kedekatan spiritual sejak usia dini.
Dalam keterangannya di ruang guru, Wakil Kepala Madrasah Bidang Keagamaan, Syeh Danil Hadi, mengapresiasi tinggi kepedulian yang ditunjukkan oleh pihak Notaris-PPAT Dessi Puspa Asni. Menurutnya, dukungan dari berbagai elemen masyarakat merupakan energi positif bagi madrasah dalam mengoptimalkan mutu program pembinaan tahfidz.
“Wakaf dan infaq Juz Amma ini sangat berarti bagi kelancaran program pembinaan tahfidz di madrasah kita. Kehadiran fasilitas belajar yang memadai akan semakin memotivasi peserta didik untuk tekun menghafal dan mendalami Al-Qur’an. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kepedulian yang diberikan untuk kemajuan pendidikan anak-anak kita,” ujar Syeh Danil Hadi.
Ia juga menambahkan bahwa program tahfidz di MIN 2 Muara Enim dirancang secara sistematis tidak hanya untuk mencetak siswa yang hafal Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kedisiplinan dan kecintaan terhadap kitab suci di tengah arus digitalisasi saat ini.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Tahfidz Susilawati, mengungkapkan bahwa penambahan sarana penunjang ini akan langsung diintegrasikan ke dalam jadwal pembinaan harian peserta didik. Dengan ketersediaan media belajar yang mencukupi, proses monitoring hafalan santri akan berjalan lebih efektif dan merata.
“Bantuan ini langsung kami manfaatkan untuk mendukung aktivitas halaqah tahfidz anak-anak. Antusiasme peserta didik sangat tinggi, dan dengan adanya infaq Juz Amma ini, mereka memilikipegangan mandiri yang representatif untuk memperdalam hafalan baik di lingkungan madrasah maupun di rumah,” ungkap Susilawati.
Melalui kolaborasi strategis antara dunia profesional, masyarakat, dan institusi pendidikan ini, MIN 2 Muara Enim terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan mutu layanan pendidikan keagamaan yang unggul. Madrasah berupaya konsisten mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, namun juga memiliki ketahanan moral dan spiritual yang kokoh sebagai generasi penerus bangsa.
Humas MIN 2 Muara Enim
