Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim tidak sekadar memberikan imbauan literasi di atas kertas, melainkan mengeksekusi langkah konkret dalam mencetak generasi yang kritis dan berwawasan luas. Melalui peluncuran Gerakan ‘Seminggu Dua Buku’, pihak madrasah resmi menyulap perpustakaan menjadi pusat riset dan aktivitas belajar interaktif bagi seluruh peserta didik pada Senin (24/8/2026).
Kepala MIN 2 Muara Enim, Aidawati, menegaskan bahwa pembentukan minat baca memerlukan program pembiasaan yang terukur dan memiliki target yang jelas sejak dini.
“Buku adalah jendela dunia sekaligus pintu menuju ilmu pengetahuan. Kami tidak ingin literasi ini berhenti pada retorika atau imbauan semata. Lewat gerakan ini, kami tetapkan target terukur: setiap siswa wajib membaca dan mengulas minimal dua buku dalam sepekan,” tegas Aidawati saat meninjau langsung aktivitas literasi siswa di perpustakaan.
Untuk mendukung gerakan tersebut, MIN 2 Muara Enim merombak total tata ruang perpustakaan menjadi zona baca ramah anak yang nyaman, estetik, dan inklusif. Selain itu, jadwal kunjungan perpustakaan kini diintegrasikan ke dalam jam istirahat sekolah serta jam literasi terstruktur sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Pembina Perpustakaan MIN 2 Muara Enim, Khairunnisa, mengungkapkan bahwa aksi nyata ini memicu lonjakan antusiasme siswa yang sangat signifikan seiring dengan penambahan dan peremajaan koleksi buku bacaan.
“Saat ini minat baca siswa-siswi mengalami kenaikan tajam. Pengadaan variasi buku cerita edukatif, sains populer, hingga komik literasi berhasil menarik siswa untuk aktif memanfaatkan waktu istirahat mereka di perpustakaan,” jelas Khairunnisa.
Melalui komitmen aksi dan sinergi nyata ini, MIN 2 Muara Enim optimis mampu menjadikan perpustakaan sebagai motor penggerak utama dalam melahirkan siswa madrasah yang unggul dan berprestasi.
(Humas MIN 2 Muara Enim)
