Muara Enim (Kemenag Sumsel)
Sampah plastik kerap menjadi persoalan lingkungan yang menuntut solusi nyata di lingkungan satuan pendidikan. Menjawab tantangan tersebut, Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Muara Enim terus menggerakkan aksi nyata pendidikan lingkungan hidup berbasis ekoteologi integrasi antara nilai-nilai keagamaan dan kesadaran menjaga kelestarian alam.
Langkah aplikatif ini ditunjukkan oleh siswa-siswi Kelas 5B MIN 2 Muara Enim dalam kegiatan pengolahan limbah mandiri, Senin 02 November 2026. Di bawah bimbingan wali kelas Agustian Pratama, para siswa secara berkelompok menyulap tutup botol plastik bekas dan kardus afkir menjadi kotak sampah fungsional yang bernilai guna dan estetis.
Memanfaatkan alat dan bahan sederhana seperti lem lilin serta gunting, para siswa terbagi ke dalam tiga kelompok kerja yang saling berkolaborasi aktif. Proses pembuatan ini tidak sekadar melatih keterampilan motorik dan kreativitas anak, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis bahwa mengolah sampah merupakan bagian dari tanggung jawab moral seorang pelajar madrasah.
Wali Kelas 5B, Agustian Pratama, menjelaskan bahwa kegiatan daur ulang ini dirancang untuk membiasakan siswa melihat potensi dari barang-barang yang selama ini dianggap sebagai limbah tak berguna.
“Persoalan sampah bukan sekadar urusan kebersihan fisik, melainkan bentuk implementasi nilai ekoteologi. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu yang bernilai adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap alam ciptahan Allah SWT,” ungkap Agustian.
Suasana kelas berlangsung semarak dengan tingginya antusiasme para siswa yang saling bahu-membahu merangkai kardus dan menempelkan ratusan tutup botol secara teliti. Galuh, salah seorang siswi Kelas 5B, mengaku mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga dari proyek kelompok tersebut.
“Awalnya kami kira tutup botol dan kardus bekas itu tidak ada gunanya lagi. Tapi setelah dikerjakan bersama-sama, ternyata bisa jadi kotak sampah yang bagus dan sangat bermanfaat untuk di kelas,” kata Galuh penuh semangat.
Melalui aksi nyata ini, MIN 2 Muara Enim kembali membuktikan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, etika lingkungan, dan kreativitas siswa, sekaligus membentuk generasi madrasah yang peduli terhadap bumi sejak usia dini. Humas MIN 2 Muara Enim
