Muara Enim, Humas
Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim gunakan aplikasi quizizz sebagai media pembelajaran interaktif di era digitalisasi generasi Z, Kegiatan ini bertempat di ruang kelas 4.D pada pukul 14.00 wib kelas siff siang, Adapun mata pelajaran yang menggunakan aplikasi tersebut adalah Matematika materi (Pengukuran Panjang). Kamis, (7/12)
Quizizz adalah platform keterlibatan siswa yang memungkinkan guru untuk melakukan pelajaran dan kuis interaktif dengan siswa mereka . Kuis interaktif yang dibuat memiliki hingga 5 pilihan jawaban termasuk jawaban yang benar dan dapat ditambahkan gambar ke latar belakang pertanyaan.
Fenny Anggraini,S.Pd. wali kelas 4.D menjelaskan bahwa pembelajaran dimulai dengan melakukan ice breaking bersama-sama. Pembelajaran menggunakan pendekatan MIKIR (Mengalami, Interaksi, komunikasi dan refleksi) oleh tanato foundation. Pada pembelajaran ada proses mengalami langsung dari peserta didik melalui proses mengamati dan melakukan. Siswa mengamati bahan ajar powerpoint, video pembelajaran dan buku elektronik. Setelah itu siswa mengalami langsung melakukan pengukuran panjang pada barang-barang yang terdapat di kelas. Siswa belajar mengubah satuan cm pada mistar menjadi satuan ukuran panjang lainnya. Setelah itu untuk mengingatkan siswa akan satuan panjang, guru mengajak siswa menyanyi bersama tentang satuan panjang,” jelasnya
”Kemudian untuk kegiatan evaluasi menggunakan aplikasi quiziz (Papermode). Soal-soal tentang satuan panjang muncul melalui layar proyektor, siswa menggunakan scan barcode pada papermode (mode kertas) kemudian mengangkat kertas yang ada barcode pilihan jawaban a, b, c atau d. Siswa memilih jawaban yg benar dan memutar kertas sesuai pilihan jawaban. Pada pembelajaran terdapat kegiatan diskusi menggunakan pendekatan cooperatif learning, persentasi (kegiatan komunikasi antar siswa), interaksi (kegiatan tanya jawab) dan diakhiri dengan melakukan refleksi bersama siswa dan guru,” ungkap Fenny.
Kepala MIN 2 Muara Enim Zairin,S.Pd.I sangat mengapresiasi kegiatan ini beliau mengatakan bahwa,” Terus tingkat metode pembelajaran yang menarik dan interaktif bagi siswa-siswi kita. Saya berharap untuk kedepannya semua guru bisa memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran dan evaluasi belajar,” harap Kamad. (yn)
