Muara Enim, Kemenag Sumsel
Keberhasilan dan mutu sebuah lembaga pendidikan keagamaan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik dan prestasi peserta didik, melainkan juga dari seberapa kuat ikatan kekeluargaan serta empati sosial yang terbangun di lingkungan kerjanya. Berangkat dari kesadaran tersebut, civitas akademika Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Muara Enim secara konsisten memelihara budaya kepedulian antar-pegawai melalui pemberian dukungan moril dan materil saat terjadi musibah.
Bentuk kepedulian sosial tersebut ditunjukkan melalui penyerahan santunan duka secara langsung oleh Kepala MIN 2 Muara Enim, Aidawati, kepada Yitinah, salah satu tenaga pendidik di madrasah setempat yang tengah berduka atas wafatnya ayahanda tercinta. Penyerahan bantuan yang dihimpun dari partisipasi sukarela seluruh elemen madrasah ini dilangsungkan di lingkungan MIN 2 Muara Enim, Jumat 30 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata implementasi nilai-nilai moderasi beragama dan penguatan karakter kemanusiaan di lingkungan Kementerian Agama. Melalui aksi gotong royong ini, madrasah berupaya membangun lingkungan kerja yang kondusif, di mana setiap guru dan tenaga kependidikan mendapatkan rasa aman, perhatian, serta dukungan emosional saat menghadapi masa-masa sulit.
Dalam arahannya, Kepala MIN 2 Muara Enim, Aidawati, menegaskan bahwa pemberian santunan ini bukan sekadar agenda rutin atau bentuk formalitas belaka, melainkan wujud tanggung jawab moral seluruh keluarga besar madrasah untuk saling menguatkan satu sama lain.
“Kehilangan orang tua merupakan salah satu ujian hidup yang berat. Sebagai keluarga besar MIN 2 Muara Enim, sudah menjadi kewajiban kita untuk hadir memberikan dukungan moral sekaligus bantuan nyata guna meringankan beban Bu Yitinah dan keluarga. Bantuan dari para guru, pegawai, dan siswa ini adalah simbol solidaritas dan kebersamaan kita,” ujar Aidawati.
Ia juga menambahkan bahwa penanaman empati dan rasa kepedulian ini penting untuk terus dijaga agar ikatan kekeluargaan di dalam lembaga pendidikan tetap solid, sehingga berdampak positif pada terciptanya atmosfer kerja yang harmonis dan produktif.
Sementara itu, Yitinah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh pimpinan, rekan-rekan sejawat, serta para siswa. Menurutnya, perhatian yang diberikan sangat berarti dalam memberikan kekuatan moral bagi pihak keluarga yang ditinggalkan.
“Kami sekeluarga sangat tersentuh dan mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kepala Madrasah, rekan-rekan guru, pegawai, dan anak-anak kami para siswa atas doa dan dukungannya. InsyaAllah bantuan ini akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan semoga kebaikan seluruh keluarga besar MIN 2 Muara Enim dibalas dengan berkah yang melimpah oleh Allah SWT,” ungkap Yitinah.
Seluruh civitas akademika MIN 2 Muara Enim turut mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik dan diampuni segala dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan. Melalui penguatan rasa kepedulian ini, MIN 2 Muara Enim berkomitmen untuk terus merawat keharmonisan internal sebagai pondasi utama dalam mewujudkan layanan pendidikan keagamaan yang berkualitas.
Humas MIN 2 Muara Enim
