Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Sebagai langkah nyata menghadirkan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan humanis, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim memperkuat implementasi Sekolah Ramah Anak melalui pembiasaan budaya 7S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun, Semangat, Sepenuh Hati). Gerakan ini difokuskan sebagai strategi pembentukan karakter disiplin intrinsik sekaligus penciptaan iklim psikologis yang kondusif bagi peserta didik sejak memasuki gerbang madrasah Jumat (9/10/26).
Penerapan budaya 7S bukan sekadar seremonial penyambutan pagi, melainkan fondasi interaksi edukatif jangka panjang antara pendidik dan peserta didik. Melalui sambutan humanis di awal hari, madrasah berupaya memangkas kecemasan akademik, meredakan ketegangan psikologis anak, serta membangun kesiapan mental yang positif agar siswa dapat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dengan optimal dan penuh antusiasme.
Kepala MIN 2 Muara Enim, Aidawati, menegaskan bahwa esensi utama Sekolah Ramah Anak terletak pada kemampuan institusi pendidikan dalam menghadirkan rasa aman, dihargai, dan dicintai oleh setiap siswa secara konsisten.
“Sekolah ramah anak tidak cukup diukur dari kelengkapan fasilitas fisik semata, tetapi dari sejauh mana kita mampu menghadirkan rasa aman dan kenyamanan emosional bagi setiap siswa sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di madrasah. Budaya 7S adalah pilar moral agar anak-anak tumbuh dengan kehangatan, integritas, dan semangat tinggi dalam menuntut ilmu,” ujar Aidawati.
Senada dengan hal tersebut, guru piket harian MIN 2 Muara Enim, Susilawati, menilai bahwa interaksi hangat di pagi hari memberikan dampak langsung terhadap ketertiban dan fokus belajar siswa di dalam kelas.
“Penyambutan dengan budaya 7S terbukti efektif mencairkan suasana hati anak-anak. Ketika mereka disambut dengan ketulusan dan senyuman di gerbang madrasah, energi positif tersebut terbawa hingga ke dalam kelas, menjadikan mereka lebih tertib, santun, dan siap menyerap materi pelajaran dengan baik,” ungkap Susilawati saat melaksanakan tugas piket.
Melalui konsistensi penerapan budaya 7S ini, MIN 2 Muara Enim terus berkomitmen melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berkarakter kuat. Langkah strategis ini sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi madrasah dalam mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang ramah anak di Kabupaten Muara Enim. (Humas MIN 2 Muara Enim)
