MUARA ENIM (Kemenag Sumsel) –– MIN 2 Muara Enim menerapkan pendekatan psikologis ramah anak pada hari kedua Masa Ta’ruf Siswa Madrasah (MATAMUDA) bagi siswa kelas 1 di halaman madrasah, Selasa (14/07). Langkah ini diambil secara taktis guna mempermudah transisi emosional sekaligus menekan kecemasan sosial siswa dari fase bermain di taman kanak-kanak menuju lingkungan sekolah formal.
Intervensi emosional siswa dimulai sejak pukul 07.00 WIB melalui penanaman karakter religius dan nasionalisme. Rangkaian acara dibuka secara khidmat dengan pelaksanaan ibadah shalat Dhuha bersama, disusul dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Madrasah secara serempak oleh seluruh siswa dan dewan guru.
Untuk memicu kesiapan fisik dan mental anak, panitia melanjutkan kegiatan dengan sesi senam pagi dan permainan kelompok (ice breaking). Aktivitas motorik ini terbukti efektif mencairkan ketegangan dan membangun keakraban antar siswa baru sebelum mereka memasuki ruang penyampaian materi.
Kepala MIN 2 Muara Enim, Ibu Aidawati, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa orientasi ini dirancang sebagai fondasi awal untuk memicu rasa aman siswa di sekolah, yang menjadi syarat utama munculnya potensi akademik anak.
“Hari pertama anak di madrasah menentukan cara pandang mereka terhadap pendidikan ke depan. Kami wajib memastikan mereka merasa aman dan bahagia terlebih dahulu. Jika regulasi emosinya sudah baik, rasa ingin tahu dan bakat alami anak akan terstimulasi dengan sendirinya,” kata Aidawati di lokasi kegiatan, Selasa (14/07).
Dampak dari pendekatan humanis ini terlihat pada sesi internalisasi materi moderasi beragama, wawasan kebangsaan, serta pengenalan nilai-nilai utama madrasah. Alih-alih menggunakan metode ceramah satu arah yang menjemukan, materi-materi berat tersebut dikemas secara ringan dan interaktif lewat media visual sehingga siswa kelas 1 dapat aktif merespons serta berdialog dengan komunikatif.
Selain pembekalan karakter, madrasah langsung melakukan pemetaan potensi dini melalui sesi puncak berupa eksplorasi talenta. Pada sesi ini, setiap siswa baru diberikan ruang seluas-luasnya untuk menunjukkan minat unik mereka mulai dari hafalan surah pendek hingga kemampuan seni yang akan menjadi data awal bagi guru kelas dalam mengawal pengembangan bakat siswa ke depan.
Seluruh rangkaian hari kedua MATAMUDA ini berjalan dengan tertib dan ditutup dengan pembacaan doa bersama. Kegiatan ini diproyeksikan menjadi standar baru dalam pelaksanaan orientasi siswa yang berorientasi pada pemenuhan hak, kenyamanan, dan tumbuh kembang anak di lingkungan MIN 2 Muara EnimKlik untuk membuka panel samping guna melihat informasi selengkapnya. (yn)
