Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Usai menjalani libur panjang Idulfitri, aktivitas akademik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim kembali berdenyut pada Selasa, 31 Maret 2026. Namun, ada yang berbeda dari sekadar rutinitas belajar-mengajar di kelas. Madrasah ini memilih memulai langkah perdana mereka dengan memperkuat fondasi spiritual melalui pelaksanaan sholat Dhuha berjamaah.
Tepat pukul 07.00 WIB, halaman madrasah yang biasanya riuh dengan canda tawa siswa, mendadak hening dan khusyuk. Ratusan siswa bersama jajaran guru berbaris rapi membentuk saf-saf panjang di bawah langit pagi yang cerah. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pembukaan sekolah, melainkan bagian dari kurikulum karakter yang konsisten dijalankan di madrasah ini.
Pelaksanaan sholat Dhuha rutin ini menjadi momentum krusial untuk menjaga “spirit” ibadah yang telah dibangun selama bulan Ramadan. Pihak madrasah menyadari bahwa tantangan terbesar pascalibur panjang adalah mengembalikan kedisiplinan dan ketenangan batin siswa ke dalam lingkungan belajar.
Bertindak sebagai imam, Ustadz Syeh Danil Hadi memimpin jalannya sholat dengan khidmat. Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun syahdu, menciptakan suasana tenang yang meresap ke sanubari setiap jemaah yang hadir, sekaligus menjadi penanda dimulainya kembali pembiasaan positif di lingkungan madrasah.
“Sholat Dhuha ini adalah cara kita mengetuk pintu rezeki dan keberkahan ilmu di pagi hari. Setelah merayakan kemenangan Idulfitri, kita ingin memastikan anak-anak tidak kehilangan semangat ibadahnya,” ujar Hawati salah satu tenaga pendidik di sela-sela kegiatan. (yn)
