MIN2MENIM.SCH.ID Berita MIN 2 Muara Enim Gelar Ujian Madrasah Digital, Gunakan Aplikasi Canggih Syamaira Exam Browser

MIN 2 Muara Enim Gelar Ujian Madrasah Digital, Gunakan Aplikasi Canggih Syamaira Exam Browser

Muara Enim (Kemenag Sumsel)

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim resmi memulai pelaksanaan Ujian Madrasah berbasis digital pada Senin (11/5/2026). Sebanyak 109 siswa kelas VI mengikuti ujian hari pertama yang berlangsung tertib mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Pelaksanaan ujian tahun ini tampil berbeda dengan pemanfaatan teknologi perangkat Android yang terintegrasi dengan aplikasi khusus bernama Syamaira Exam Browser. Aplikasi ini merupakan inovasi yang telah disempurnakan oleh pihak madrasah untuk menjamin integritas dan keamanan jalannya ujian. Melalui sistem ini, siswa diwajibkan melakukan pemindaian (scanning) kode QR (barcode) untuk dapat mengakses soal ujian.

Kepala MIN 2 Muara Enim memberikan apresiasi tinggi atas kelancaran hari pertama ujian ini. Beliau menekankan bahwa transformasi digital di madrasah bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya mendalam untuk membentuk karakter siswa.

“Penerapan ujian digital ini adalah langkah konkret kami dalam mewujudkan madrasah yang mandiri dan berprestasi. Selain efisiensi penggunaan kertas, fokus utama kami adalah menanamkan nilai kejujuran. Dengan sistem yang mumpuni, kita membangun ekosistem pendidikan yang bersih, transparan, dan kredibel di mata masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dian Saputra, salah satu guru pengawas sekaligus sosok yang menyempurnakan aplikasi Syamaira Exam Browser, menjelaskan bahwa inovasi ini membawa banyak manfaat praktis bagi madrasah.

“Aplikasi ini kami rancang agar sangat ringan namun protektif. Dengan fitur penguncian layar, siswa tidak akan bisa membuka aplikasi lain untuk mencontek, sehingga hasil ujian benar-benar murni hasil pemikiran mereka. Selain itu, sistem scan barcode membuat akses soal menjadi lebih teratur,” jelas Dian.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan aplikasi ini memberikan dampak jangka panjang bagi para siswa dan institusi.

“Manfaatnya sangat terasa; selain menghemat biaya penggandaan soal karena sudah paperless, kita juga sekaligus melatih literasi digital siswa sejak dini. Kami ingin membuktikan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang efektif untuk menjaga standar keadilan dalam ujian, sekaligus menunjukkan bahwa madrasah kita siap bersaing di era digital,” pungkasnya.

Pelaksanaan ujian hari pertama ini berjalan tanpa kendala teknis yang berarti. Para siswa tampak antusias mengikuti alur ujian digital yang dianggap lebih modern dan praktis dibandingkan metode konvensional. (yn)

3 Likes

Author: admin23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *