Muara Enim (Kemenag Sumsel) —
Enam siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim berhasil mencuri perhatian dalam ajang perlombaan tingkat Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Laa Roibah pada Selasa (5/5/2026). Meski harus bersaing dengan peserta dari jenjang yang lebih tinggi, para siswa madrasah ini tampil penuh percaya diri pada cabang lomba puisi, ceramah, dan Tartil Qur’an.
Keenam siswa tersebut adalah Afifa Khoirunnisa, Resha Qhaliqa, Muhammad Al Fatih, Zen Aldizar, Mahrin, dan Reina. Didampingi oleh guru pembimbing, Desi Puspita Sari, mereka menunjukkan kemampuan literasi dan pemahaman keagamaan yang matang sejak pukul 08.00 WIB hingga acara selesai.
Kepala MIN 2 Muara Enim, Aidawati, mengapresiasi langkah awal yang luar biasa ini untuk melatih mental dan mengasah bakat siswa sejak dini. Menurutnya, keberanian untuk bersaing dengan peserta dari jenjang yang lebih tinggi merupakan pencapaian sesungguhnya.
“Menang atau kalah adalah hal biasa dalam perlombaan, tetapi keberanian untuk tampil di depan umum adalah pencapaian yang sesungguhnya. Semoga pengalaman ini semakin memotivasi mereka untuk terus belajar, berprestasi, dan menjadi teladan bagi teman-temannya di madrasah,” ujar Aidawati.
Senada dengan hal tersebut, guru pembimbing Desi Puspita Sari mengungkapkan rasa bangganya terhadap mental para siswa yang mampu mengatasi tekanan saat berlomba dengan siswa jenjang MTs dan MA.
“Berlomba dengan peserta dari jenjang yang lebih tinggi tentu memberikan tekanan tersendiri, namun mereka mampu melewatinya dengan sangat baik. Ini adalah bukti bahwa potensi anak-anak kita luar biasa. Terus asah bakat kalian dan jadikan tahapan ini sebagai proses pendewasaan diri,” ungkap Desi.
Keikutsertaan siswa MIN 2 Muara Enim ini juga memberikan dampak strategis bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Partisipasi mereka berhasil mematahkan stigma bahwa siswa madrasah ibtidaiyah tidak mampu bersaing, sehingga turut meningkatkan kepercayaan orang tua. Selain itu, kiprah mereka diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di lingkungan masyarakat Muara Enim untuk aktif mempelajari seni baca Al-Qur’an, sastra, dan dakwah sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengasah kemampuan akademis dan seni, tetapi juga dilatih untuk memiliki mental yang tangguh, percaya diri, dan spiritualitas yang tinggi. (yn)
