Muara Enim (Kemenag Sumsel) — Keceriaan terpancar dari wajah siswa-siswi MIN 2 Muara Enim saat mengikuti kegiatan praktik berwudhu dalam mata pelajaran Fiqih, Senin (02/03/26). Kegiatan ini digelar untuk memastikan peserta didik mampu memahami sekaligus mempraktikkan tata cara bersuci secara benar sebagai syarat sah ibadah shalat.
Pembelajaran dimulai dengan pemaparan materi oleh guru mengenai pengertian wudhu dan urgensinya dalam kehidupan sehari-hari. Tak berhenti di teori, para siswa langsung diarahkan untuk mempraktikkan rukun wudhu satu per satu, mulai dari membasuh wajah, tangan, hingga kaki sesuai dengan tuntunan syariat.
Kepala MIN 2 Muara Enim, Aidawati, menegaskan bahwa metode praktik langsung (learning by doing) jauh lebih efektif bagi anak usia sekolah dasar agar mereka tidak hanya sekadar menghafal.
“Praktik langsung sangat penting agar anak-anak terbiasa menjalankan ibadah dengan benar dan penuh rasa percaya diri. Ini adalah bagian dari upaya kami membentuk karakter disiplin sejak dini,” ujar Aidawati.
Antusiasme serupa dirasakan oleh Rafki, siswa kelas 2 yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku kini lebih percaya diri untuk beribadah secara mandiri. “Seru sekali! Sekarang saya makin tahu cara wudhu yang benar. Saya jadi lebih semangat mempraktikkannya sebelum shalat, baik di rumah maupun di madrasah,” ungkapnya dengan bangga.
Piki Leo Lita, guru kelas 2D, menilai metode pembelajaran aktif ini berhasil meningkatkan daya serap siswa terhadap materi Fiqih yang sering kali dianggap berat jika hanya berupa teori. Melalui kegiatan ini, MIN 2 Muara Enim berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mampu mengaplikasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten. (yn)
