MIN2MENIM.SCH.ID Berita Kepala Kemenag Kab. Muara Enim Buka Ujian Madrasah di MIN 2 Muara Enim

Kepala Kemenag Kab. Muara Enim Buka Ujian Madrasah di MIN 2 Muara Enim

Muara Enim, (Kemenag Sumsel)
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muara Enim, H. Abdul Harris Putra membuka kegiatan Ujian Madrasah di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman utama madrasah dan diikuti oleh guru, staf, dan seluruh siswa-siswi kelas VI yang berjumlah 98 siswa. Senin, (5/5)

Ujian Madrasah ini bertujuan untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan pada semua mata pelajaran dan merupakan bentuk penilaian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan

Ketua pelaksana Ujian Madrasah (UM) Budi Arwandi menyampaikan laporan penyelenggaraan Ujian Madrasah (UM) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Muara Enim Tahun Pelajaran 2024/2025 sesuai dengan Dasar Hukum Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Asesmen Madrasah merupakan bentuk penilaian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang bertujuan untuk menilai pencapaian standar kompetensi lulusan pada semua mata pelajaran.
Peserta Pelaksanaan Ujian Madrasah di MIN 2 Muara Enim Tahun Ajaran 2024/2025 berdasarkan data emis adalah berjumlah 98 siswa yang terdiri dari laki-laki 47 orang dan perempuan 51 orang.

Dalam sambutannya, H. Abdul Harris Putra menyampaikan beberapa pesan penting kepada siswa-siswi. ”Jaga kesehatan dan jangan bermain yang tidak ada sangkut pautnya dengan ujian,” ujarnya

Ia juga menekankan pentingnya mengoperasikan sistem Computer Assisted Test (CAT) atau Ujian Madrasah berbasis android dengan baik dan memilih jawaban yang benar.

Kepala Kemenag juga mengingatkan siswa-siswi untuk selalu beribadah dan sholat lima waktu.
”Yang paling penting adalah restu orang tua bagi anak-anak agar ujian yang kalian laksanakan berjalan dengan baik, lancar dan dipermudah oleh Allah SWT,” tambahnya.

Kepada dewan guru dan pengawas, H. Abdul Harris Putra meminta untuk memberikan bantuan jika siswa-siswi mengalami kendala dalam mengoperasikan sistem ujian berbasis android. ”Karena ini berbasis android, tidak semua anak-anak bisa lancar mengoperasikannya, berikan bantuannya jika terkendala, kami juga berharap dewan guru dan pengawas dapat memantau dan mengawasi jalannya ujian dengan baik sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya. (yn)

23 Likes

Author: admin23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *